Kata Kerja dalam Dokumen Hukum: 7 Jenis yang Sering Muncul dalam Kontrak
Saat membaca kontrak, kebanyakan orang memperhatikan angka, jangka waktu, atau besaran pembayaran. Padahal sering kali yang menentukan arti sebuah klausul justru kata kerja yang dipakai.
Beberapa waktu lalu saya meninjau sebuah draf perjanjian sewa dan menemukan kalimat berikut:
Penyewa harus membayar uang sewa paling lambat tanggal 5 setiap bulan.
Kalimat itu mudah dipahami dan secara tata bahasa tidak bermasalah. Namun bagi perancang kontrak, pilihan kata kerjanya menarik untuk dibahas.
Dalam praktik penyusunan peraturan perundang-undangan, kata wajib dan harus biasanya digunakan untuk fungsi yang berbeda. Banyak notaris, advokat, dan penerjemah hukum kemudian mengadopsi kebiasaan yang sama ketika menyusun kontrak karena membantu membuat makna klausul menjadi lebih jelas dan konsisten.
Karena itu, memahami jenis-jenis kata kerja dalam dokumen hukum tidak hanya berguna bagi pengacara atau notaris. Siapa pun yang menulis, memeriksa, menerjemahkan, atau menandatangani kontrak akan lebih mudah memahami isi dokumen jika mengetahui fungsi kata-kata tersebut.
Mengapa Kata Kerja Penting dalam Kontrak?
Pada dasarnya, kontrak adalah kumpulan tindakan yang disepakati para pihak.
Siapa yang membayar. Siapa yang menyerahkan barang. Siapa yang boleh mengakhiri perjanjian. Siapa yang dilarang membocorkan informasi.
Semua itu dinyatakan melalui kata kerja.
Karena itulah perancang kontrak biasanya berhati-hati memilih kata kerja. Kata yang tampak sederhana seperti wajib, dapat, berhak, atau dilarang dapat menghasilkan akibat hukum yang berbeda.
Tentu saja tidak ada satu standar resmi yang mengatur semua kontrak di Indonesia. Namun banyak praktisi menggunakan kaidah yang serupa dengan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan karena membuat klausul lebih mudah dipahami dan mengurangi risiko penafsiran yang berbeda.
Dengan kata lain, memilih kata kerja bukan sekadar soal gaya bahasa. Pilihan tersebut membantu menjelaskan apa yang boleh dilakukan, apa yang harus dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para pihak.
1. Kata Kerja Performatif: Perbuatan yang Terjadi Saat Kontrak Ditandatangani
Ada jenis kata kerja yang tidak sekadar menjanjikan tindakan di masa depan. Kata kerja ini justru membuat tindakan hukum terjadi pada saat dokumen ditandatangani.
Contohnya:
Pihak Pertama dengan ini menjual dan menyerahkan kepada Pihak Kedua… Pemberi Kuasa dengan ini memberikan kuasa kepada Penerima Kuasa… Para Pihak dengan ini sepakat untuk mengikatkan diri…
Frasa dengan ini berfungsi seperti hereby dalam bahasa Inggris. Tujuannya adalah menegaskan bahwa tindakan hukum tersebut terjadi saat itu juga, bukan pada waktu yang akan datang.
2. Kata Kerja yang Menunjukkan Kewajiban: Wajib dan Harus
Dalam bahasa sehari-hari, wajib dan harus sering dipakai bergantian.
Namun dalam teknik penyusunan peraturan perundang-undangan, keduanya biasanya dibedakan.
Wajib digunakan untuk menegaskan kewajiban yang harus dipenuhi.
Contoh:
Penyewa wajib membayar uang sewa paling lambat tanggal 5 setiap bulan.
Sementara itu, harus sering digunakan untuk menunjukkan syarat yang perlu dipenuhi agar seseorang memperoleh hak atau manfaat tertentu.
Contoh:
Untuk memperpanjang masa sewa, Penyewa harus menyampaikan pemberitahuan tertulis paling lambat 30 hari sebelumnya.
Perlu diingat bahwa praktik kontrak tidak selalu mengikuti pembedaan ini secara ketat. Banyak kontrak menggunakan harus untuk menyatakan kewajiban. Namun memahami perbedaan tersebut dapat membantu menghasilkan redaksi yang lebih konsisten.
3. Kata Kerja yang Memberi Hak atau Pilihan: Berhak dan Dapat
Banyak sengketa kontrak sebenarnya berawal dari satu pertanyaan sederhana:
Apakah seseorang berhak melakukan sesuatu, atau hanya boleh melakukannya jika mau?
Di sinilah perbedaan antara berhak dan dapat menjadi penting.
Contoh:
Pembeli berhak menerima pengembalian dana penuh apabila barang tidak sesuai spesifikasi.
Kalimat ini memberikan hak kepada pembeli. Jika syaratnya terpenuhi, pembeli dapat menuntut hak tersebut.
Bandingkan dengan:
Pemberi Sewa dapat mengakhiri Perjanjian ini apabila Penyewa lalai membayar selama dua bulan berturut-turut.
Kata dapat tidak berarti wajib. Pemberi Sewa boleh mengakhiri perjanjian, tetapi juga boleh memilih untuk tidak melakukannya.
Dalam kontrak berbahasa Inggris, berhak biasanya diterjemahkan menjadi is entitled to, sedangkan dapat umumnya menjadi may.
Aturan praktisnya sederhana:
-
- Berhak = sesuatu yang bisa dituntut.
-
- Dapat = sesuatu yang boleh dipilih.
4. Kata Kerja Larangan: Dilarang
Kewajiban menjelaskan apa yang harus dilakukan. Larangan menjelaskan apa yang tidak boleh dilakukan.
Contoh:
Penerima Informasi dilarang mengungkapkan Informasi Rahasia kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Informasi.
Kalimat seperti ini hampir selalu ditemukan dalam NDA dan klausul kerahasiaan.
Kesalahan yang sering muncul adalah menggunakan kalimat yang terlalu lunak sehingga maksud larangannya menjadi kabur.
Misalnya:
Pihak tidak wajib mengungkapkan informasi kepada pihak ketiga.
Kalimat ini tidak melarang apa pun. Artinya hanya bahwa pihak tersebut tidak diwajibkan mengungkapkan informasi.
Jika maksudnya benar-benar melarang, lebih jelas menggunakan kata dilarang atau tidak boleh.
Dalam bahasa Inggris, larangan biasanya diterjemahkan sebagai shall not atau is prohibited from.
5. Kata Kerja Pernyataan dan Jaminan
Tidak semua klausul berisi kewajiban atau larangan. Sebagian hanya menjelaskan keadaan yang dianggap benar pada saat kontrak ditandatangani.
Contohnya:
Penjual menyatakan dan menjamin bahwa objek jual beli bebas dari sengketa.
Atau:
Pembeli mengakui telah memeriksa kondisi barang.
Klausul seperti ini sangat penting karena menjadi dasar keputusan pihak lain untuk menandatangani kontrak.
Bayangkan Anda membeli rumah karena penjual menyatakan rumah tersebut bebas sengketa. Jika pernyataan itu ternyata tidak benar, Anda mungkin memiliki dasar hukum untuk menuntut, meskipun setelah penandatanganan tidak ada kewajiban lain yang dilanggar.
Dalam kontrak berbahasa Inggris, pasangan yang paling umum adalah:
-
- represents and warrants
-
- acknowledges
6. Kata Kerja yang Mengubah atau Mengakhiri Hubungan Hukum
Ada kata kerja tertentu yang secara langsung mengubah posisi hukum para pihak.
Misalnya:
-
- mengalihkan
-
- mengubah
-
- mengakhiri
-
- membatalkan
-
- mengesampingkan
Kata-kata ini terlihat sederhana, tetapi akibat hukumnya bisa besar.
Contoh yang sering dijumpai:
Para Pihak sepakat untuk mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan Pasal 1267 KUHPerdata sepanjang mengenai pengakhiran Perjanjian ini.
Pembaca awam mungkin hanya melihat satu kata: mengesampingkan.
Padahal kata itulah yang menentukan apakah para pihak ingin menerapkan atau tidak menerapkan aturan tertentu.
Karena itu, kata kerja dalam kelompok ini sebaiknya tidak dipilih secara sembarangan. Setiap istilah memiliki fungsi yang berbeda.
Dalam bahasa Inggris, padanannya biasanya:
-
- assign atau transfer
-
- terminate
-
- waive
-
- cancel atau annul (tergantung konteks)
7. Pasangan Kata Kerja yang Sudah Menjadi Kebiasaan
Bahasa hukum menyukai pasangan kata.
Contohnya:
-
- menyatakan dan menjamin
-
- menjual dan menyerahkan
-
- membebaskan dan melindungi
Sebagian pasangan ini memang memiliki fungsi yang berbeda. Sebagian lainnya bertahan karena sudah digunakan selama bertahun-tahun dan dikenal oleh para praktisi hukum.
Karena itu, biasanya lebih aman mempertahankan pasangan yang sudah lazim daripada mencoba membuat kombinasi baru.
Misalnya, hampir semua pembaca hukum memahami arti:
menyatakan dan menjamin
Tetapi jika seseorang menulis:
menyatakan dan menegaskan
pembaca mungkin mulai bertanya apakah ada maksud khusus di balik perubahan tersebut.
Dalam kontrak, konsistensi sering kali lebih penting daripada kreativitas.
Jebakan yang Sering Terjadi: Melakukan dan Melaksanakan
Bila ada satu kata kerja yang paling sering dipakai berlebihan dalam dokumen hukum, jawabannya mungkin melakukan.
Masalahnya, kata ini terlalu umum.
Kalimat seperti:
-
- melakukan kewajiban
-
- melakukan usaha
-
- melakukan keputusan
terdengar kurang alami karena objeknya berbeda-beda.
Biasanya lebih baik memilih kata kerja yang memang lazim dipasangkan dengan objek tersebut:
-
- kewajiban dipenuhi atau dilaksanakan;
-
- usaha dijalankan;
-
- keputusan dilaksanakan;
-
- pembayaran dilakukan.
Dengan cara itu, kalimat menjadi lebih jelas dan lebih dekat dengan penggunaan yang lazim dalam praktik hukum maupun bisnis.
Ringkasan: Tabel Kata Kerja dalam Kontrak
Berikut rangkuman singkat ketujuh jenis kata kerja beserta padanan yang lazim dalam kontrak berbahasa Inggris:
| Jenis | Contoh kata kerja | Padanan bahasa Inggris |
|---|---|---|
| Performatif | dengan ini menjual, dengan ini memberikan kuasa | hereby |
| Kewajiban | wajib, harus (untuk syarat) | shall, must |
| Hak atau pilihan | berhak, dapat | is entitled to, may |
| Larangan | dilarang, tidak boleh | shall not, is prohibited from |
| Pernyataan dan jaminan | menyatakan dan menjamin, mengakui | represents and warrants, acknowledges |
| Mengubah atau mengakhiri | mengalihkan, mengakhiri, mengesampingkan | assign/transfer, terminate, waive |
| Pasangan lazim | menyatakan dan menjamin, menjual dan menyerahkan | represents and warrants, sells and delivers |
Memilih kata kerja yang tepat membuat setiap klausul menyampaikan satu maksud yang jelas. Sebelum menandatangani, menerjemahkan, atau menyerahkan draf kontrak, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa kata kerja di setiap klausul: apakah ia mewajibkan, memberi hak, memberi pilihan, atau melarang.
